5 Hal Penting Sebelum Melakukan Keyword Research

Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Keyword research atau riset kata kunci merupakan langkah awal yang harus Anda lakukan sebelum menulis artikel. Pasalnya, langkah ini akan menentukan posisi situs Anda pada mesin pencari dan seberapa banyak traffic yang akan Anda dapatkan. Sebelum memulai research keyword, ada baiknya Anda memahami 5 hal penting berikut.

1. Buat daftar topik-topik yang relevan

Sebelum Anda memulai riset keyword individual, penting untuk memikirkan topik-topik apa saja yang paling relevan bagi target konsumen Anda. Nantinya, daftar topik-topik ini akan membantu Anda untuk tetap fokus dan memudahkan proses saat menciptakan keyword yang tepat. Selain itu, poin ini akan membantu Anda untuk memprioritaskan rencana keyword research Anda agar tepat sasaran.

Mulailah dengan topik-topik high-level yang berhubungan dengan market Anda. Kemudian, buat konsep map yang berhubungan dengan produk Anda atau masalah konsumen Anda. Gunakan persona konsumen untuk mengetahui topik apa yang relevan bagi mereka. Lalu, kembangkan ide-ide tersebut dengan mencari bahan pada sosial media atau forum untuk mengetahui apa yang sebenarnya konsumen inginkan.

Semakin banyak Anda tahu apa yang konsumen minati, semakin tertarget pula daftar topik yang akan Anda dapatkan. Ingat, pada poin ini satu-satunya tujuan Anda adalah membuat daftar topik yang cukup untuk memfasilitasi keyword research yang akan Anda lakukan. Pastikan topik-topik tersebut relevan dengan pasar, perusahaan, produk, dan konsumen Anda.

2. Saring topik menjadi keyword

Ketika Anda telah memiliki daftar-daftar topik, bagi topik-topik tersebut berdasarkan jenis konten yang bisa Anda buat. Dari sana, Anda dapat memecah setiap konten menjadi daftar keyword yang relevan dan valuable dengan memikirkan jenis konten apa yang ingin Anda buat untuk keyword tersebut. Pada poin ini Anda hanya berfokus untuk menuliskan kata kunci apa saja yang potensial.

Kemudian, gunakan keyword tools yang tersedia di berbagai website untuk melengkapi atau menyempurnakan keyword yang sudah Anda buat. Keyword tools akan menampilkan sejumlah pilihan keyword beserta data mengenai volume, tingkat kesulitan keyword, dan biaya per kliknya. Pastikan Anda memilih tools yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda pemula, manfaatkanlah tools gratis yang sudah banyak tersedia di internet.

Baca juga: Keyword Tool Gratis Tanpa Batas yang Bantu Capai SEO Terbaik

3. Menentukan Search Intent

research keyword

Search intent merupakan aspek terpenting dalam keyword research. Jika Anda mampu memahami tujuan konsumen potensial dalam mencari sebuah informasi pada Google, artinya Anda sudah memiliki alat terbaik untuk membuat konten yang dapat menyelesaikan masalah mereka. Tanpa search intent, keyword yang Anda pilih mungkin bisa mendapatkan ranking yang baik. Namun, bukan berarti masalah konsumen terselesaikan dengan baik.

Langkah pertama adalah dengan mencari tahu apa yang sebenarnya dicari oleh seseorang yang menelusuri topik Anda. Seseorang yang mencari perbandingan harga laptop belum tentu tertarik dengan topik cara memperbaiki laptop. Meski keduanya tertarik pada topik laptop, namun kedua keyword yang digunakan jelas berbeda. Karenanya, jika Anda sudah memahami search intent, akan sangat mudah bagi Anda untuk meriset keyword.

4. Menargetkan bagian spesifik dari funnel

Poin ini penting untuk dipahami sebab ketika Anda sudah mengetahui tempat spesifik dari suatu keyword pada marketing funnel, maka Anda akan segera mengetahui jenis konten apa yang harus Anda buat dan menyaring search intent secara keseluruhan. Namun, pastikan Anda memahami dengan baik jenis campaign yang akan Anda jalankan.

keyword research

Pada bagian atas funnel keyword, Anda dapat menyajikan jawaban yang relevan terhadap pertanyaan audiens. Karenanya, bagian ini ditujukan untuk mendatangkan audiens. Dengan menargetkan keyword yang tepat, Anda dapat mengubah seseorang yang awalnya hanya mengenal perusahaan Anda menjadi seseorang yang tertarik pada apa yang Anda tawarkan. Keyword pada bagian ini merupakan first impression sehingga harus memiliki value.

Biasanya, bagian tengah funnel menggunakan keyword yang lebih spesifik. Konsumen pada bagian ini sudah tertarik dengan produk atau jasa Anda, namun mereka masih mengevaluasi apakah penawaran Anda sesuai dengan yang mereka butuhkan atau tidak. Tipsnya, cari keyword yang tidak hanya mendatangkan traffic tetapi juga tertarget pada produk atau jasa yang valuable menurut konsumen. Keyword yang tepat pada bagian ini dapat memberikan engagement.

Pada bagian bawah funnel keyword, Anda dapat mengubah konsumen potensial menjadi konsumen yang melakukan konversi. Di sini, Anda dapat dengan leluasa mempromosikan produk atau jasa Anda sebagai jawaban dari permasalahan konsumen potensial. Cari keyword yang menunjukan jenis search intent komersial sebab konsumen potensial tersebut sudah sangat tertarik dengan brand atau perusahaan Anda.

5. Pilih fitur search yang relevan

Seperti yang kita tahu, Google menampilkan berbagai jenis hasil pencarian dari satu keyword seperti teks, media, dan grafik. Dengan memahami jenis-jenis fitur ini dapat membantu Anda membuat konten yang berpotensial mendapatkan ranking teratas. Seperti halnya fitur media (foto dan video) selalu berada paling atas pada SERP. Namun bukan berarti fitur potongan kalimat atau cuplikan (snippet) tidak menarik audiens.

keyword research

Google akan menampilkan fitur-fitur konten yang menarik dan paling valuable. Namun, terkadang Google menampilkan questions box lebih atas dibandingkan SERP. Karenanya, artikel-artikel yang dapat menjawab pertanyaan pada questions box tersebut dapat menutupi artikel lain yang benar-benar menggunakan keyword yang dimaksud audiens. Setiap Anda meriset keyword, pastikan Anda telah mengetahui fitur-fitur seperti apa yang akan muncul pada hasil pencarian.


Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Tinggalkan Balasan