Jenis Content Writing yang Wajib Anda Kuasai

Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Pernahkah Anda kehabisan ide konten untuk menulis? Atau, Anda bingung harus menulis apa sedangkan deadline sudah dekat? Jika iya, saatnya Anda menguasai 7 jenis content writing yang bisa Anda gunakan jika kehabisan ide. Yuk, kita bahas!

1. Storytelling

Storytelling merupakan sebuah narasi yang menceritakan suatu hal menggunakan karakter, detail deskripsi, emosi, dan plot. Jenis content writing yang satu ini sangat cocok untuk menggambarkan sudut pandang penulis terhadap suatu topik.

Misalnya, Anda ingin menceritakan kisah sukses dibalik sebuah brand ternama. Mulailah dengan mencari informasi seputar perjalanan brand tersebut. Lalu cari tahu faktor terpenting apa yang membuat brand tersebut sukses. Kemudian tuangkan informasi-informasi tersebut ke dalam sebuah cerita yang menarik.

2. Konten Tutorial

Jika Anda ingin mulai menulis konten yang sederhana, Anda bisa mencoba jenis konten ini. Konten tutorial atau how to post mungkin sudah tak asing bagi Anda karena Anda pasti pernah mencari tutorial untuk melakukan sesuatu pada Google ataupun mesin pencari lainnya.

Konten tutorial berisi langkah-langkah untuk melakukan sesuatu. Misalnya, “cara menghasilkan uang dengan menulis” atau “bagaimana cara menulis konten yang SEO-friendly?”. Ingat, konten tutorial selalu diawali dengan kata cara, bagaimana, ataupun langkah-langkah.

3. Konten Definisi

Jenis konten sederhana lainnya adalah konten definisi. Umumnya, konten ini berisi penjelasan mengenai sebuah topik. Penjelasan tersebut terdiri dari definisi dan deskripsi yang cukup mendasar terkait sebuah topik seperti “Apa itu writerpreneur?“. Meskipun terlihat sederhana, konten ini termasuk jenis konten evergreen lho.

Baca juga: Konten Evergreen: Solusi Tingkatkan Traffic Organik

4. Konten Alasan

Sebelum melakukan sesuatu, Anda pasti pernah mencari alasan dari tindakan tersebut. Apakah tindakan tersebut bermanfaat atau malah merugikan. Dalam kata lain, Anda mencari alasan untuk meyakinkan Anda melakukan suatu tindakan.

Misalnya, perusahaan Anda mendapatkan saran untuk merekrut seorang content writer. Lalu Anda mencari tahu di Google mengenai alasan mengapa sebuah perusahaan harus memperkerjakan content writer. Anda kemudian menemukan artikel “9 Alasan megapa Bisnismu Butuh Sosok Content Writer“. Artikel tersebut merupakan salah satu contoh dari konten alasan (why post).

jenis content writing

5. Listicle

Listicle atau list article merupakan jenis konten yang terdiri dari daftar-daftar yang berkaitan dengan sebuah topik. Konten ini juga bisa berisi tips dan trik, rekomendasi, ataupun jenis-jenis dari sebuah topik. Contohnya, “6 Tips Optimasi SEO untuk Blog” atau artikel yang sedang Anda baca ini.

6. Rewrite

Jika Anda sudah tidak tahu harus menulis apa, cobalah menulis ulang (rewrite) sebuah artikel yang menarik bagi Anda. Namun, bukan berarti Anda memplagiasi. Anda hanya menggunakan ide tulisannya saja. Tipsnya, parafrase isi artikel acuan dengan menggunakan istilah dan gaya bahasa yang biasa Anda pakai,

7. Konten Kurasi

Anda kini sudah tidak kehabisan ide, tapi Anda bingung harus menulis jenis konten yang mana. Tak usah khawatir! Cobalah menulis konten kurasi. Pasalnya, konten kurasi merupakan gabungan dari beberapa jenis konten di atas.

Anda bisa meringkas beberapa artikel menjadi satu, atau menggabungkan sumber-sumber yang Anda temukan ke dalam sebuah artikel. Anda juga bisa menggabungkan konten definisi, tutorial, alasan, maupun listicle menjadi sebuah artikel yang lengkap.

Bagaimana, Anda sudah tahu mau menulis jenis konten yang mana? Atau, Anda sudah menguasai semua jenis konten di atas? Coba, berikan tanggapan Anda di kolom komentar ya!


Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Tinggalkan Balasan