Belajar Marketing dari Indomie, Mi Instan yang Jadi Primadona Mancanegara

Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Baru-baru ini, mi instan asli Indonesia berhasil menyabet prestasi sebagai salah satu mi instan terlezat versi New York Magazine yang diakui oleh para chef, penulis dan kritikus kuliner ternama. Mendapatkan gelar mi instan terlezat tentulah bukan kali pertama bagi Indomie. Sebelumnya, Indomie berhasil dinobatkan sebagai ramen terlezat oleh media Los Angeles Times di tahun 2019. Lalu, bagaimana cara Indomie untuk bisa terkenal di mancanegara? Yuk, belajar marketing dari Indomie!

1. Konsisten dalam berinovasi

Indomie tak henti-hentinya menyajikan varian rasa berbeda untuk memenuhi selera pasar. Melansir mix.co.id, tim Research and Development (R&D) Indomie terus menghimpun ide-ide inovatif untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar. Terbukti saat ini Indomie setidaknya memiliki 10 varian produk yang familiar dengan lidah masyarakat lokal seperti Selera Nusantara hingga Taste of Asia untuk menghadirkan rasa kuliner mancanegara.

belajar marketing dari indomie
Beberapa Indomie varian terbaru

Tak hanya berinovasi dalam mengolah cita rasa, Indomie juga merancang produknya agar sesuai dengan segmen pasar yang dituju. Indomie bahkan menghadirkan varian produk khusus untuk segmen pasar anak-anak hingga kalangan atas. Dengan begitu, Indomie dapat memasarkan produknya secara luas tanpa hambatan segmen pasar yang terbatas.

2. Kemasan yang unik

Sadarkah Anda bahwa kemasan Indomie sangat khas dan sangat mudah dikenali? Coba saja Anda mencari Indomie pada rak supermarket yang berisi puluhan hingga ratusan mi instan. Anda pasti dapat menemukannya dengan mudah. Inilah salah satu kunci kesuksesan Indomie. Tak hanya mengandalkan rasa yang surgawi, Indomie juga berfokus mendesain kemasan yang khas dan noticeable.

Bahkan pada momen-momen khusus seperti bulan puasa, Indomie mengusung kemasan yang nyentrik dan menjadi perbincangan di sosial media. Bagaimana tidak, pasalnya Indomie menghilangkan elemen penting yang menunjukkan identitas produk dalam desain kemasannya. Ada yang bisa tebak perbedaannya?

3. Membuat tagline dan jingle yang memorable

Tagline “Indomie seleraku” sudah menjadi citra Indomie selama bertahun-tahun. Anda mungkin tak asing dengan jingle Indomie yang diawali dengan “Dari Sabang sampai Merauke…”. Ternyata tagline dan jingle yang sering dianggap sepele ini justru efektif mengantarkan Indomie untuk berada pada top of mind masyarakat Indonesia. Kedua unsur branding tersebut nyatanya ampuh meningkatkan popularitas Indomie sebagai mi instan yang akrab di telinga masyarakat Indonesia.

4. Berkolaborasi dengan sejumlah brand

Indomie kerap menggaet beberapa brand untuk berkolaborasi demi menciptakan produk yang inovatif. Kolaborasi bertujuan untuk mencuri perhatian khalayak dan menjangkau target pasar yang lebih luas. Indomie berkolaborasi dengan sejumlah brand fashion seperti Nike hingga makanan ringan seperti Chitato. Kolaborasi Indomie dengan sejumlah brand berhasil memancing rasa penasaran berbagai kalangan.

belajar marketing dari indomie
Indomie x Chitato

5. Ngiklan di berbagai saluran pemasaran

Iklan komersial Indomie di TV sudah menjadi tayangan sehari-hari. Tak berhenti di situ, Indomie terus menancapkan sayapnya ke berbagai saluran pemasaran seperti sosial media, marketplace, dan billboard. Indomie juga aktif menggelar berbagai event untuk menyasar target pasar tertentu. Event tersebut rutin digelar hingga menjangkau berbagai kota di Indonesia. Salah satunya adalah kompetisi yang bertema kreasi resep unik Indomie.

Selain kelima cara marketing Indomie di atas, Indomie juga menggaet para pengusaha kuliner untuk mendirikan komunitas Warung Makan Indomie (Warmindo). Tentunya, kesuksesan Indomie kini telah melalui ribuan trial and error. Namun, Indomie tidak menyerah untuk menciptakan produk yang terbaik. Belajar marketing dari Indomie sangat menarik kan? Bagaimana pendapat Anda?


Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Tinggalkan Balasan