Hidden Cost: Definisi dan Cara Mengatasinya

Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Merugi adalah hal pasti yang akan terjadi pada pemilik usaha. Banyak penyebab merugi, salah satunya dengan tidak waspada dengan hidden cost alias biaya tersembunyi. Jadi, bagaimana sih cara mengatasinya?

Pertama, kita bedah definisinya dulu, yuk!

Definisi Hidden Cost

Mengabaikan hidden cost dapat meningkatkan potensi ketidakpuasan bahkan kehilangan pelanggan. (Sumber: unsplash.com/photos).
Risiko faktor hidden cost dapat meningkatkan potensi ketidakpuasan bahkan kehilangan pelanggan. (Sumber: unsplash.com/photos).

Menurut globalnegotiator, biaya ini adalah pengeluaran yang biasanya tidak termasuk dalam pembelian alat. Contohnya adalah pemeliharaan, pelatihan, dan peningkatan dalam perusahaan.

Dari pandangan qualitytrainingportal, risiko pengabaian biaya ini dapat dalam bentuk biaya yang tidak terwujud seperti potensi kehilangan pelanggan dan reputasi usaha.

Apa ini Berbahaya?

Total biaya dalam operasional usaha itu layaknya sebuah gunung es. (Sumber: unsplash.com/photos).

Mengutip dari etq.com, hidden cost merupakan bagian bawah gunung es dari semua biaya. Bagian atas gunung es hanyalah biaya yang terlihat dan terhitung. Padahal, biaya yang tidak terlihat juga mempengaruhi kualitas produksi dan efisiensinya.

Kalau kita tidak waspada, biaya yang berasal dari faktor ‘bagian bawah gunung es’ akan menimbulkan dampak negatif yang lebih besar dari sebelumnya. Tentu saja, masalah yang besar adalah pengeluaran yang besar juga untuk usahamu.

Cara Mengatasinya?

Sebuah usaha perlu merancang aturan untuk meminimalisir risiko dari hidden cost. (Sumber: unsplash.com/photos).

Dikutip dari McKinsey, sebuah usaha perlu melakukan aturan manajemen risiko yang memiliki elemen berikut.

  • Pemahaman yang sama dalam risiko operasional.
  • Suatu pendekatan yang konsisten untuk menganalisis risiko.
  • Proses yang jelas.
  • Kumpulan data kerugian yang terjadi.
  • Struktur yang dapat mengelola risiko operasional.
  • Transparansi yang meningkat selama munculnya krisis.

Komentar di bawah apakah artikel ini membantu kamu, ya. Kunjungi juga blog Boskonten kalau kamu juga berminat untuk belajar strategi marketing. Sampai juga di artikel berikutnya!


Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Tinggalkan Balasan