Influencer Marketing? Apa sih Itu?

Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Sudah pernah dengar influencer marketing? Itu loh, kalau kalian lihat endorsement yang selebgram lakukan di Instagram, kegiatan itu termasuk influencer marketing. Di zaman yang serba digital dengan orang-orang yang suka menggunakan sosial media, influencer marketing kerap menjadi pilihan usaha untuk menaikkan pendapatan.

Bagimu yang masih awam, kami akan ringkas beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang influencer marketing. Baca terus, ya!

Pengertian Influencer Marketing

Influencer memiliki branding sendiri dan memiliki pengikut dengan latar belakang tertentu. (Sumber: unsplash.com/photos).
Influencer memiliki branding sendiri dan memiliki pengikut dengan latar belakang tertentu. (Sumber: unsplash.com/photos).

Influencer marketing adalah pemasaran dengan bekerja sama dengan influencer untuk mempromosikan jasa ataupun produk kamu. Langkah ini bertujuan agar hal yang usahamu tawarkan bisa sampai dengan tepat ke segmen pasar kamu. Sejak awal, influencer telah membangun brand-nya sendiri. Dengan ciri khas tertentu ini, orang-orang dari lingkup dan minat yang sama akan tertarik menjadi pengikut para influencer.

Biaya yang kamu keluarkan untuk jenis pemasaran ini tidak selalu dalam jumlah besar. Kamu hanya perlu menargetkan dan melakukan riset siapa yang akan kamu ajak bekerja sama dan mengidentifikasi tipe influencer seperti apa mereka.

Tipe-tipe Influencer

Salah satu mega-influencer adalah Raffi Ahmad. (Sumber: instagram.com/raffinagita1717).
Salah satu mega-influencer adalah Raffi Ahmad. (Sumber: instagram.com/raffinagita1717).

Kita mulai dulu dari tipe yang paling kamu tahu, yaitu mega-influencer. Tipe yang ini memiliki jangkauan yang luas karena telah memiliki di atas 1M pengikut. Contoh dari mega-influencer adalah Tasya Farasya, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

Berikutnya adalah macro-influencer, tipe yang memiliki pengikut antara 100K sampai 1M. Contohnya adalah Kristo Immanuel dan Ardit Erwandha. Pengikutnya memang tidak sebanyak mega-influencer, tapi engagement yang dihasilkan lebih baik daripada mega-influencer.

Terakhir, micro-influencer yang memiliki pengikut di bawah 100K. Tipe ini memiliki pengikut sedikit namun lebih aktif daripada tipe sebelumnya. Hm, kira-kira siapa saja yang termasuk micro-influencer?

Keuntungan Marketing Influencer

Influencer dapat membuat konten promosi yang menarik bagi pengikutnya. (Sumber: unsplash.com/photos).
Influencer dapat membuat konten promosi yang menarik bagi pengikutnya. (Sumber: unsplash.com/photos).

Hal yang paling pasti menjadi keuntungan adalah meningkatkan brand awareness produk atau jasa kita. Selain itu, influencer kerap membuat konten promosi yang kreatif dan pengikutnya sukai. Ini membantu banget loh untuk menarik orang-orang dengan segmen yang kamu tentukan.

Namun, jika kamu mau melakukan briefing kepada influencer, pastikan kamu memahami citra mereka dan latar belakang pengikutnya. Jangan sampai kamu mengganggu personal branding influencer saat mereka mempromosikan produkmu. Para pengikut influencer adalah orang-orang yang percaya dan memiliki ikatan tersendiri dengan mereka. Kalau sampai promosimu nanti malah terkesan kaku dan dibuat-buat, rasa percaya akan usahamu dan influencer bisa menurun loh.

Kalau kamu tertarik melakukan influencer marketing, kamu bakal milih influencer yang mana? Cerita di bawah! Kunjungi juga blog kami jika kamu ingin menambah pengetahuan lebih banyak seputar personal branding.


Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Tinggalkan Balasan