Jangan Lakukan 3 Hal Ini dalam Social Media Marketing

Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Di era digital ini, siapa sih yang tidak memakai social media? Bahkan hampir seluruh perusahaan kini melebarkan sayapnya melalui platform sosial ini. Melansir dari Hubspot, sebanyak 54% pengguna social media menggunakan platform ini untuk mencari produk. Peluang ini menjadikan social media marketing sangat diperlukan guna mengenalkan sebuah brand.

Namun dalam praktiknya, masih sering dijumpai kesalahan-kesalahan yang tanpa disadari dapat berakibat fatal bagi kinerja social media pada suatu bisnis. Kira-kira apa saja kesalahan-kesalahan tersebut dan bagaimana cara menghindarinya? Amati artikel ini sampai akhir ya!

3 Kesalahan dalam Social Media Marketing

1. Membeli Followers

Memiliki followers puluhan hingga ratusan ribu tentu menjadi salah satu goals para penguna social media. Hal ini disebabkan saat ini jumlah followers menjadi acuan untuk menunjukkan seberapa popular atau seberapa resmi bisnis Anda. Karenanya, beberapa akun bisnis lebih memilih untuk membeli followers daripada mendapatkannya secara organik.

Namun, tahukah Anda bahwa membeli followers justru dapat membuat keaslian bisnis Anda diragukan? Bayangkan saja Anda memiliki ratusan ribu followers, tetapi hanya puluhan orang saja yang memberikan respon pada postingan Anda. Hal ini mungkin terdengar sepele tetapi audiens Anda akan menyadarinya dan mulai kehilangan kepercayaannya kepada Anda.

2. Memprioritaskan Kuantitas Melebihi Kualitas

Para ahli social media berulangkali menyarankan untuk mengunggah konten setidaknya satu kali sehari tetapi jangan lebih dari dua kali. Hal tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan SEO dan visibilitas akun bisnis Anda. Jika Anda terlalu banyak mengunggah konten dalam sehari, audiens akan bingung dan informasi penting yang ingin Anda sampaikan akan mudah tertimbun.

Mengunggah konten terlalu banyak juga tidak akan mempengaruhi metriks, kredibilitas, ataupun engagement. Luangkan waktu untuk membuat plan postingan Anda dan jadwalkan dengan baik. Anda bisa menggunakan schedulling tools gratis untuk social media. Dengan begitu, audiens tidak akan merasa jenuh dan selalu menantikan konten Anda.

Berbeda jika Anda menggunakan social media untuk mengunggah katalog produk sebab Anda pasti akan mengunggah foto dalam jumlah banyak di satu waktu. Namun, sebaiknya Anda tidak mencampurkan foto katalog dan konten bisnis Anda pada satu akun. Atau Anda juga bisa menggunakan marketplace untuk katalog.

3. Lupa Memantau Metriks

Salah satu manfaat menggunakan digital marketing seperti social media adalah kemudahan dalam mengumpulkan data terkait campaign yang Anda lakukan. Anda bisa memantau kinerja social media Anda melalui jumlah followers, engagement pada konten yang diunggah, views, jangkauan, dan lain sebagainya.

social media marketing

Data-data tersebut dapat membantu Anda untuk menyusun strategi yang tepat dan mempersonalisasi konten kepada audiens. Namun, seringkali para pebisnis lupa untuk memantau data-data tersebut. Karenanya, jadwalkanlah secara rutin untuk memeriksa metriks dari setiap platform atau campaign. Catat, buat laporan, dan analisis informasi untuk mengevaluasi tentang bagaimana menyukseskan campaign selanjutnya.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan dalam Social Media Marketing?

1. Memahami Skill

Untuk menjalankan social media marketing dengan optimal, Anda harus menemukan seorang social media specialist atau melatih tim marketing Anda untuk menguasai beberapa skill. Tim Anda harus memiliki skill berikut ini:

social media marketing
  • Copywriting: Anda membutuhkan copy yang eye-cacthing untuk menginformasikan dan mendorong audiens agar membagikan copy tersebut pada komunitas sosialnya.
  • Design: konten yang menarik terlahir dari tangan-tangan kreatif seorang designer. Design merupakan elemen penting dalam social media sebab berguna untuk menyampaikan informasi melalui visual.
  • Analysis: tim social media yang baik harus memahami cara melacak dan menilai data yang didapat dari akun bisnis untuk membuat laporan dan brief untuk berbagai metriks guna mempersiapkan campaign selanjutnya.
  • Customer focus: pelanggan adalah raja. Tim Anda harus menguasai skill customer service yang baik dan memahami bagaimana caranya memberikan pengalaman yang memuaskan konsumen.

2. Ketahui Audiens Anda

Kesuksesan social media sebagian besar bergantung pada sejauh mana Anda mengenal audiens Anda. Seperti pepatah “tak kenal, maka tak sayang”, Anda juga perlu mengetahui behavior dan kesukaan audiens Anda. Buatlah pertanyaan seperti apa saja topik atau konten yang ingin mereka lihat? Apakah mereka lebih menyukai konten tulisan, video, atau gambar?

social media marketing

Jika Anda sudah mendapatkan jawabannya, maka manfaatkanlah dengan maksimal. Posting konten yang ingin mereka lihat. Hal tersebut merupakan cara terbaik untuk mendapatkan engagement, comment, dan share. Cara ini juga membantu menghubungkan audiens ke brand Anda dan menghasilkan lebih banyak exposure.

3. Jaga Konsistensi Brand Voice

Tim social media Anda mungkin sering membuat dan memonitor akun menggunakan berbagai platform. Meski demikian, penting untuk menjaga keaslian message bisnis Anda di berbagai channel tersebut. Tetap konsisten dapat membantu orang untuk mengetahui bahwa mereka telah menemukan akun resmi bisnis Anda.

Audines akan mudah mengenali bahasa dan pilihan gaya Anda sebab Anda membuatnya tetap otentik. Konsistensi juga membantu memperkuat brand message Anda. Dengan begitu, audiens akan merasa percaya dan memahami bahwa apa yang Anda informasikan tentang brand Anda adalah benar.


Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Tinggalkan Balasan