Pst, Jualan di TikTok Bisa Laris dengan Ini Loh!

Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

TikTok, aplikasi yang menampilkan video pendek yang informatif dan menghibur. (Sumber: https://unsplash.com/photos/5JSZzMilCVo)
TikTok, aplikasi yang menampilkan video pendek yang banyak digandrungi warga Indonesia

Kamu pastinya mau dong jualan di TikTok supaya bisa laris manis. Tapi, bagaimana caranya ya? Kalau kita perhatikan, aplikasi ini berbeda sekali dengan Instagram dan Facebook. Sebagian besar konten Instagram menekankan estetika, sedangkan Facebook memiliki tulisan panjang bernada serius yang memang untuk para generasi orang tua kita. Lalu, bagaimana dengan TikTok?

Disini, kita akan bahas satu per satu apa yang konsumen TikTok sukai saat para wirausaha memperkenalkan produk mereka. Yuk, simak bersama!

Estetika memang penting, tapi jadilah apa adanya

Tunjukkan sisi produk dan usahamu yang otentik (Sumber: https://unsplash.com/photos/UhSZEG0iLFY)
Tunjukkan sisi produk dan usahamu yang sebenarnya

Sebagai konsumen toko online, rasanya dapat pesanan yang berbeda dengan dengan gambar sudah bukan hal biasa lagi. Rasa percaya terhadap foto cantik di layar smartphone pun semakin menurun. Kini, orang-orang ingin melihat video saat memegang langsung produk, review, unboxing, stok produk di gudang, bahkan proses pembuatannya.

Pahami para penonton

Penonton TikTok mencari konten yang menghibur bagi mereka (Sumber: https://unsplash.com/photos/s7Mc0yKTppo)
Penonton TikTok mencari konten yang menghibur bagi mereka

Penonton TikTok cukup beragam, namun mereka lebih menyukai informasi yang ringkas dan padat. Lalu, tentu saja, sebagian besar orang mencari hiburan di aplikasi ini. Ini bukan berarti kontenmu tidak perlu informatif. Namun, selipkan hal-hal menghibur di dalamnya. Selain itu, kalian bisa mengangkat hal yang trending di TikTok, seperti pembahasan film, challenge, filter, atau lagu.

Utamakan soft selling

Konsumen lebih tertarik dengan konten soft selling (Sumber: https://unsplash.com/photos/pdx1LH_TMJM).
Konsumen lebih tertarik dengan konten soft selling

Ketimbang terlalu memperlihatkan niat untuk menjual barang, lebih baik kamu melakukan soft selling. Konsumen lebih suka saat mereka diutamakan dan pesan tersirat yang memberi kesan. Jadi, kamu harus menyusun informasi dalam video singkat tentang masalah dan solusi untuk mereka. Selanjutnya, kamu bisa menyelipkan informasi tentang produkmu. Mereka juga lebih suka saat kamu melakukan story telling tentang produkmu. Melalui ini, kamu bisa mempengaruhi emosi seperti mendapatkan simpati atau rasa penasaran.

Jadilah interaktif

Pastikan kamu berinteraksi dengan penontonmu

Sudah pernah lihat video orang yang ngomong tentang dirinya sendiri tanpa adanya interaksi? Rasanya pasti awkward sekali. Begitu juga dengan di TikTok, interaksi adalah jiwa dalam suatu konten. Tanyakan pendapat, pengalaman, dan jawab reaksi mereka dengan memanfaatkan fitur-fitur di aplikasi ini. Contohnya fitur stitch, ini membantu penonton memberikan reaksi dari pertanyaan yang kamu tanyakan di videomu.

Manfaatkan TikTok Live

TikTok Live jadi sarana yang efektif untuk jualan (Sumber: https://unsplash.com/photos/1-Osp6CvhXc).
TikTok Live jadi sarana yang efektif untuk jualan

Banyak orang membeli barang lewat siaran di TikTok karena fitur ini sangat interaktif. Pembeli dapat melihat bagaimana kamu unboxing, menggunakan, dan memberi komentar akan produk yang kamu jual. Mereka juga dapat mengajukan barang apa saja yang mau kamu perlihatkan. Di samping itu, pembelian ini memiliki gratis ongkos kirim pada setiap pembelian produk. Jadi, tidak kalah saing dengan aplikasi seperti Shopee.

Nah sekarang, kamu sudah tahu kan apa yang harus dilakukan untuk berjualan di TikTok? Ayo komentar, produk apa saja yang ingin kamu jual di aplikasi ini! Jangan lupa kunjungi blog kami jika kamu ingin tahu informasi lainnya seperti social selling di media sosial.


Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Tinggalkan Balasan