Menilik Kisah Sukses Erigo, Brand lokal yang Go Internasional

erigo apparel
Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

pict : Instagram Erigo

Setelah sukses menayangkan iklan di Times Square, kini Erigo melebarkan sayapnya hingga ke New York Fashion Week (NYFW). Pada Maret 2021, Erigo telah menayangkan iklan di Times Square, pusat hiburan dan perbelanjaan terbesar di Kota New York. Tak hanya itu, Erigo juga mengejutkan netizen Indonesia dengan memberangkatkan kurang lebih 15 orang tim untuk ikut New York Fashion Week pada 8 September lalu dengan menampilkan 60 look outfit streetwear di perhelatan NYFW Spring/Summer 2022. 

Siapa sih Erigo? Mungkin sebagian besar pembaca sudah familiar dengan merek yang sering digunakan oleh anak muda ini. Merek Erigo didirikan oleh Muhammad Sadad dan awalnya bernama “Selected and Co”, dengan mengusung konsep kain batik. Seiring berjalannya waktu, merek ini melakukan re-branding dengan nama Erigo pada 2014. Dari situlah konsep pakaiannya berubah menjadi street style dan travelling yang lebih kasual. Erigo memiliki berbagai macam koleksi: mulai dari t-shirt, hoodie, tas, celana, dan aksesoris lainnya dengan mengincar pasar untuk milenial. Pada 2015, Erigo berhasil meraup omzet hingga Rp22 miliar.

Nah, setelah mengenal siapa itu Erigo, saatnya kita menilik strategi marketing yang digunakan Erigo hingga mampu menembus pasar dunia! 

Strategi Marketing Erigo

1. Tetap gigih meski gagal

Meskipun tergolong brand besar, Erigo juga mengalami kerugian dan kebangkrutan saat pandemi. Demi mewujudkan strategi pemasaran produk yang efektif sekaligus memanfaatkan momen lebaran di mana permintaan pasar meningkat drastis, Sadad pun harus memperbanyak stok produknya. Dikutip dari Lokal Support Lokal, Agar bisa menerapkan strategi pemasaran tersebut, ia mengajukan pinjaman modal usaha terpercaya dengan bunga rendah. Selain itu, sifat Saddad, CEO Erigo juga berpengaruh pada strategi marketingnya, sifatnya yang berani mengambil resiko, fokus menyelesaikan tanggung jawab, serta punya keinginan kuat untuk maju mampu menghantarkan Erigo hingga ke pasar Internasional.

2. Optimasi penjualan lewat e-commerce

Erigo sendiri sudah menjual produknya melalui platform e-Commerce sejak 2017, yangmana menunjukkan peningkatan penjualan. Pencapaian terbesarnya, terjadi pada 2020, terjadi peningkatan penjualan sebesar 10 persen dari tahun sebelumnya. Hal tersebut tercapai karena Erigo sering mengikuti event dan fitur-fitur yang terdapat di e-commerce sehingga mampu mencapai 10 kali lipat hasil penjualan.

3. Berani ekspansi hingga luar negeri

Melalui iklan tersebut, Erigo tak hanya mengumumkan kesiapannya memasuki pasar AS, tetapi juga menunjukkan dukungan kepada warga Asia yang ada di AS. Iklan tersebut turut mendengungkan kampanye “Stop Asian Hate”. Adapun kemunculan kampanye tersebut berdasarkan aksi rasialis terhadap warga Asia di AS sepanjang pandemi Covid-19 Iklan dengan mengusung tagar stop asian hate. 

Selain memasang videotron di Times Square, Erigo juga eksis di ajang New York Fashion Week dengan tema fashion meets function. Dikutip dari Okezone, Saddad selaku CEO Erigo menuturkan bahwa di NYFW kita hadirkan yang eksklusif, lebih berani dan lebih beda dengan elemen warna palet neonic seperti orange tiger, black beauty, lemon chrome, teal blue, raspberry, dan lime green yang pastinya tidak biasa.

Kesuksesan dari Erigo ini jadi hadiah terindah karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun mereka yang ke-10. Erigo memulai bisnisnya 10 tahun silam dari apartemen kecil di kawasan Depok. Namun 10 tahun mendatang, Erigo berhasil menjelma jadi brand yang sukses tak hanya di pasar lokal tapi mancanegara.

Saddad menyampaikan bahwa pencapaian Erigo takkan terwujud tanpa bantuan tim, dukungan selebriti dan content creator serta dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Ia berharap, pencapaian Erigo dapat menjadi inspirasi dan motivasi UMKM di Indonesia untuk terus bertumbuh. 


Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Tinggalkan Balasan