Wooden Project, Produk Hiasan Dinding yang Mendunia

wooden project
Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Hiasan dinding kayu menjadi salah satu pilihan untuk memperindah rumah. Bahan hiasan dari kayu mempunyai karakteristik alamiah, kedap suara, tahan lama, dan penghantar hangat yang baik. Suasana yang tercipta adalah suasana hangat, alami, dan indah. Beberapa alasan memilih hiasan dinding berbahan kayu ini membuat Wooden Project, salah satu UKM di Malang menjadi bisnis yang sukses mendunia. 

Awal Mula Wooden Project

Bara Yogya Angkasa, selaku Owner dari Wooden Project mengaku mendapat ide bisnis saat mengikuti Car Free Day (CFD) di Kota Malang. Saat itu, ia melihat produk hiasan dinding yang bagus dan menarik, hal itu membuat Bara mencoba peruntungan untuk memproduksi hiasan dinding berbahan kayu. Awalnya, ia hanya menjual pada teman dan kerabat dekat. Setelah mendapat respon positif, akhirnya Bara mencoba memasarkan produknya secara online pada tahun 2017. 

Setelah satu tahun menjalani bisnis online, Bara mencoba membuka toko offline pertamanya pada akhir tahun 2018. Bisnis hiasan dinding berbahan kayu yang milik Bara ini memiliki prospek untuk terus berkembang seiring dengan permintaan konsumen. Bahkan, Wooden Project telah melebarkan sayapnya dengan membangun 2 pabrik produksi di Malang dan di Ngawi. Sampai akhirnya pada bulan Juli 2020, Wooden Projects dapat melakukan ekspor pertama. Bara mengaku bahwa Ia dibantu oleh salah satu e-commerce besar Indonesia yaitu, Shopee dalam proses ekspor. 

Menjual Produk hingga ke Negara Tetangga

Melalui program ekspor oleh Shopee, Wooden Projects sudah menjual ratusan hiasan dinding ke beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Program ini juga membuka peluang untuk melihat minat para pembeli dari luar negeri terhadap produk-produk Wooden Projects. Program ekspor yang oleh Shopee membuat produk hiasan dinding Wooden Projects dapat merambah ke pasar global. Hal ini tidak terlepas dari bantuan yang Shopee berikan. Saya merasa sangat senang dengan edukasi, pelatihan dan pendampingan. 

Penjualan online yang dilakukan Bara membuat penjualannya naik sampai dengan 30 kali lipat. Bahkan di awal pandemi bisnis miliknya tetap mencatatkan kenaikan penjualan hingga 2 kali lipat. Selain itu, fitur Brand Festival yang terdapat pada e-commerce memberikan manfaat signifikan bagi perkembangan bisnis Wooden Projects. Lebih lanjut, Bara akan terus fokus untuk mengembangkan bisnis Wooden Projects dan akan menambah variasi produk lainnya yang berbasis kayu seperti alat masak dan makan, rak, tempat penyimpanan barang dan lain-lain.

Jika kita lihat dari strategi marketing yang ada pada Wooden Project, Ia mengoptimalkan penjualan melalui toko online pada marketplace. Mengikuti dan memanfaatkan berbagai event yang ada, mampu meningkatkan penjualan hingga berkali-kali lipat. Wooden Project juga eksis pada berbagai marketplace sehingga memudahkan pelanggan untuk mencari dan membeli produk mereka. Pemasaran lewat media sosial juga dilakukan Wooden Project yakni, pada media sosial Instagram. Jika kita analisis dari uanggahan kontennya, mereka telah menerapkan kaidah visual dan copywriting yang baik. Selain itu, Call To Action yang jelas pada setiap unggahan mampu mempermudah pelanggan saat berkunjung di media sosial Wooden Project. Bisnis hiasan dinding berbahan kayu milik Bara mampu menjadi produk unggulan baik di dalam maupun luar negeri. Bagi para pejuang UMKM, tetap semangat dalam berkembang ya! Jangan lupa terapkan ilmu-ilmu marketing yang kalian punya!


Bagikan artikel ini bila bermanfaat!

Tinggalkan Balasan